Detail Cantuman Kembali
karakteristik massa air di laut flores pada musim peralihan I
Laut Flores merupakan pintu masuk massa air dari Samudra Pasifik yang melewati Selat Makassar menuju Laut Banda (Arlindo). Oleh karena itu, secara tidak langsung massa air Laut Banda disuplai dari Laut Flores. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis lapisan massa air, karakteristik massa air, dan stabilitas massa air di Laut Flores pada musim peralihan I. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa: kedalaman, temperatur, salinitas, dan densitas yang diperoleh dari Conductivity Temperature Depth (CTD) pada April 2023 (Expedisi Jala Citra 3-2023). Data tersebut diolah dengan menggunakan software Matrix Laboratory (Matlab) dan Ocean Data View (ODV). Massa air divisualisasikan secara vertikal untuk menganalisis lapisan-lapisan massa air, diagram Temperature-Salinity (T-S) secara spasial untuk menganalisis karakteristik massa air, dan frekuensi Brunt-Vӓisӓlӓ (N) untuk menganalisis stabilitas massa air di Laut Flores. Hasil dari visualisasi vertikal ditemukan perbedaan ketebalan lapisan yang signifikan di setiap stasiunnya. Sementara itu, sirkulasi massa air di Laut Flores pada musim peralihan I dipengaruhi dari massa air Samudra Pasifik faktor adanya Arlindo, Samudra Pasifik bagian barat dan timur, dan Samudra Hindia. Pada musim peralihan I, massa air di Laut Flores dalam kondisi stabil. Berdasarkan analisis nilai frekuensi Brunt-Vӓisӓlӓ (N), kolom air di Stasiun 4 merupakan kolom air yang sangat stabil ((2,3x10-2 N2.s-2) terutama di kedalaman 116 m. Kolom air yang stabil berada di lapisan permukaan bagian bawah hingga lapisan termoklin yang berfungsi sebagai lapisan barrier. Metode penelitian meliputi pengukuran parameter fisiko-kimia perairan di lima stasiun pengamatan, pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net yang ditarik dengan kapal, analisis kelimpahan fitoplankton menggunakan haemocytometer, dan penghitungan indeks ekologi (keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan distribusi). Uji kandungan nitrat dan fosfat dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV Vis. Analisis data mencakup uji regresi linear serta korelasi antara parameter perairan dan kelimpahan fitoplankton dengan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton berkisar antara 252 - 438 sel/L. Pola sebaran fitoplankton menunjukkan distribusi yang berkelompok (clumped) dengan nilai rata-rata indeks distribusi (Id) sebesar 1,7296. Analisis korelasi antara parameter perairan dengan kelimpahan fitoplankton menunjukkan bahwa tujuh parameter berbanding lurus (temperatur, DO, kecepatan arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, dan fosfat), sedangkan dua parameter lainnya berbanding terbalik (salinitas dan pH). Berdasarkan hasil tersebut, kesuburan perairan di sistem Estuari Wonorejo, Surabaya termasuk dalam kategori oligotrofik, yaitu perairan dengan tingkat kesuburan rendah.
Dwi Sukma Wahyuni - Personal Name
Dr. Engki Andri Kisnarti, S.T., M.Si. - Personal Name
Kolonel Laut (P) Dr. Dian Adrianto, S.Si., M.Si. - Personal Name
Dr. Engki Andri Kisnarti, S.T., M.Si. - Personal Name
Kolonel Laut (P) Dr. Dian Adrianto, S.Si., M.Si. - Personal Name
624.24.20 Dwi k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2024
Surabaya
xii, 74 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







